Bapanas Beri Tanggapan Soal Kenaikan Harga Beras Justru Memukul Petani Sebagai Pihak Produsen

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 6 Maret 2024 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenaikan Harga Beras. (Pixabay.com/congerdesign)

Kenaikan Harga Beras. (Pixabay.com/congerdesign)

HELLOCIANJUR.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan tanggapan terkait pemberitaan yang menyebutkan kenaikan harga beras justru memukul petani sebagai produsen.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani menyampaikan penjelasannya terkait permasalahan tersebut.

Rachmi Widiriani mengatakan dengan Nilai Tukar Petani (NTP) saat ini di 120, ini sejarah untuk petani tanaman pangan.

“Seharusnya kalau dengan bukti bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) saat ini di 120, ini sepanjang sejarah NTP untuk petani tanaman pangan paling tinggi.”

“Jadi memang bahagia petani karena harganya tinggi,” jawab Direktur Bapanas Rachmi Widiriani.

“Itu mungkin kekhawatiran kalau nanti masuk musim panen, naik lagi panen, akan terjadi harga turun yang menyebabkan kerugian bagi petani.”

“Terkait ini memang sudah diingatkan oleh Bapak Kepala Bapanas ke Perum Bulog bahwa tugasnya untuk membeli produksi petani agar tidak terjadi kerugian terhadap petani.”

Baca artikel lainnya di sini : Jaga Ketersediaan Pangan dan Stabilisasi Harga, Bapanas Gelar Koordinasi Lintas Kementerian dan Lembaga

“Ini untuk menjaga agar harga di tingkat petani tetap baik dan kemudian yang di konsumen juga terjangkau.”

“Kita pun tahu seperti yang sudah disebutkan oleh Profesor Ahmad Muslim bahwa sebagian petani adalah net consumer juga,” tandas Rachmi.

Lihat juga konten video, di sini: Khofifah Indar Parawansa: Kita Doakan Oktober Mendatang Presiden ke-8 Prabowo Subianto Dilantik

“Kami di Bapanas, untuk para produsen, sudah meletakkan 30 alat sistem rantai pasok dingin.”

“Alat-alat besar ini untuk menyelamatkan produk petani seperti bawang merah, cabai, produk daging dan ikan.”

“Itu supaya produk petani dapat dibekukan secara cepat kemudian disimpan, jadi masih bisa diselamatkan, tidak busuk.”

“Memang jumlahnya belum banyak dan ini akan kita tambah terus, tahun ini kita tambah 13 alat lagi.”

“Ini untuk menjaga agar bahan pangan yang sudah diproduksi oleh petani itu tidak sia-sia,” pungkasnya.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Sebagaimana diketahui, dalam mendukung penguatan ketersediaan dan stabilisasi pangan wilayah sentra produsen, sebanyak 30 unit sarana dan prasarana (sarpras) rantai dingin (cold chain).

Berupa cold storage, reefer container, air blast freezer, dan heat pump dryer telah ditempatkan pada 12 provinsi.

Di tahun ini, Bapanas menargetkan tambahan sarpras cold chain sebanyak 13 unit.

Pemerintah juga optimis sangat siap dalam menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri di tahun ini.

Utamanya dalam penyediaan pangan pokok bagi masyarakat.

Ketersediaan pangan pokok yang stabil dan secured di tiap jengkal wilayah NKRI telah menjadi bahasan utama.

Di Rakornas HBKN yang dihelat Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama seluruh stakeholder pangan seluruh Indonesia.

“Jadi tadi pagi sudah dilaksanakan rapat koordinasi nasional HBKN menghadapi Ramadan dan Lebaran 2024.”

“Itu memastikan bahwa seluruh pihak siap untuk menjaga ketersediaan pangan di seluruh wilayah.” kata Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani.

Rachmi Widiriani menyampaikan saat menjadi pembicara dalam dialog ‘Forum Merdeka Barat 9 (FMB9)’ di Jakarta, Senin (4/3/2024).

“Jadi semua dipastikan kesiapannya untuk mendukung dalam rangka ketersediaan pangan menjelang HBKN.”

“Nah salah satu yang diputuskan di rakornas adalah menggiatkan seluruh provinsi dan kabupaten/kota untuk melaksanakan GPM (Gerakan Pangan Murah).”

“Jadi masyarakat bisa membeli bahan pangan denga harganya tentu dikontrol oleh pemerintah dan pasti lebih terjangkau.”

“Ini untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan bahan pangan khususnya menjelang dan saat HBKN,” urainya.

“Kemudian jangan lupa pemerintah juga punya bantuan pangan beras 10 kilogram (kg) per keluarga untuk total 22.004.077 keluarga.”

“Khususnya masyarakat yang di kelompok bawah ini dapat terpenuhi kebutuhan berasnya.”

“Minimal ia bisa tidak beli beras selama 2 sampai 3 minggu. Lalu nanti sebentar lagi juga akan rilis untuk bantuan keluarga yang berisiko stunting berupa ayam 1 kg dan telur 10 butir.”

“Ini akan diberikan ke 1,4 juta keluarga risiko stunting. Ini pun diharapkan bisa semakin membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangannya,” sambungnya.***

Artikel di atas juga sudah diterbitkan portal berita ekonomi dan bisnis Pangannews.com

Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Halloup.com dan Ekbisindonesia.com

Berita Terkait

Keputusan dalam Tentukan Relaksasi Pemblokiran Anggaran, Kemenkeu Pastikan akan Tetap Selektif
Dikirim ke Negara Australia, Kanada, dan Puerto Rico, PT Tata Metal Lestari Ekspor 8 Kontainer Produk Baja Lapis
Dukung Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Bapanas Gencarkan Intervensi Pengendalian Kerawanan Pangan
Badan Pangan Nasional Berharap Chef dan Nutrisionis Terlibat dalam Program Makan Siang Gratis
Airlangga Hartarto Minta Inggris Kedepankan Praktik Dagang yang Inklusif Saat Bertemu Menteri Nusrat Ghani
Kolaborasi Mampu Redam Laju Inflasi Terutama Sektor Pangan, Bapanas Tanggapi Inflasi Pangan di April 2024
Jadi Rp202,5 Triliun, Pertumbuhan Aset PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia Sebut 5 Besar Negara Realisasi Investasi pada Kuartal I 2024, Singapura Terbesar
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 18:11 WIB

Masih Tunggu Penugasan dari PPP, Nama Sandiaga Uno zmulai Muncul di Bursa Pilkada Jawa Barat 2024

Sabtu, 13 Juli 2024 - 15:02 WIB

Ridwan Kamil DIsebut Kaesang Pangarep Jagoan dari Partai Golkar dan Layak Berkontestasi di Pilkada Jakarta

Rabu, 10 Juli 2024 - 18:52 WIB

Partai Golkar Tanggapi Potensi Ridwan Kamil Berpasangan dengan Sandiaga Uno di Pilkada Jawa Barat

Kamis, 4 Juli 2024 - 08:39 WIB

PKB Sebut Sandiaga Uno Siap Jadi Calon Gubernur Jabar, PPP Jalin Komunikasi dengan Partai-partai Lain

Kamis, 20 Juni 2024 - 15:22 WIB

PDI Perjuangan Buka Peluang untuk Usung Tokoh Susi Pudjiastuti pada Pilkada Jawa Barat 2024

Selasa, 18 Juni 2024 - 08:18 WIB

Airlangga Hartarto Sebut Ridwan Kamil Sudah Pasang Baliho OTW to Jakarta, Isyarat RK Maju di Pilkada Jakarta

Jumat, 7 Juni 2024 - 08:51 WIB

Ilham Akbar Habibie Diusung Partai NasDem Sebagai Calon Gubernur atau Wakil Gubernur untuk Pilkada Jabar

Rabu, 5 Juni 2024 - 18:24 WIB

Soal Dukungan Partai Gerindra untuk Ridwan Kamil di Pilkada Gubernur Jakarta 2024, Ini Tanggapan Golkar

Berita Terbaru